Agama Kita Semua Sama
Kita tak lagi bertengkar soal agama — bukan karena rukun, tapi karena diam-diam kebanyakan kita telah memeluk agama yang sama: kapitalisme dan konsumerisme.
Kita tak lagi bertengkar soal agama — bukan karena rukun, tapi karena diam-diam kebanyakan kita telah memeluk agama yang sama: kapitalisme dan konsumerisme.
Membandingkan diri dengan orang lain adalah sumber ketidakbahagiaan — orang yang beruntung adalah yang hari ini lebih baik dari kemarin, berlomba dengan dirinya sendiri.
Dari sisi sahabat yang menghadapi kanker stadium akhir, sebuah renungan tentang berserah kepada Allah — dan mengapa kita tak perlu menunggu dipaksa untuk melakukannya.
Menimbang ulang makna ‘ulama’ dalam Al-Qur’an, dan membayangkan Majelis Ulama sebagai Dewan Keilmuan Negara yang beranggotakan para pakar lintas bidang.
Kita semua makhluk abadi yang sedang antre di gerbang kematian — maka rohanikanlah setiap aktivitas sebagai bekal menempuh keabadian di akhirat.
Kita hanya bisa khusyu’ dalam shalat ketika khusyu’ dalam hidup — sebuah muhasabah tentang pikiran yang tak pernah sepenuhnya hadir di sini dan saat ini.
Kita rajin mengumpulkan nasihat bijak tapi jarang mempraktikkannya — renungan tentang jarak antara pengetahuan dan ilmu yang hanya bisa dijembatani dengan laku.
Sebuah satir getir tentang wakil rakyat yang begitu ‘mulia’ hingga bersedia mengesahkan Undang-undang yang draft-nya bahkan belum selesai.
Rahasia menyikapi hidup: menerima apa pun yang di luar kendali kita, karena yang membuat lelah adalah mengurusi yang bukan urusan kita.
Sebuah satir: dari struktur tata negara sampai cara menyikapi kekalahan pemilu, politisi Amerika kini seolah berguru pada ‘keunggulan’ politik Indonesia.