Potensi Sesat
Kenapa kita tak boleh merasa paling benar: sebuah renungan tentang shiratal mustaqim, keterbukaan pikiran, dan nisbinya semua pendapat manusia.
Kenapa kita tak boleh merasa paling benar: sebuah renungan tentang shiratal mustaqim, keterbukaan pikiran, dan nisbinya semua pendapat manusia.
Ungkapan populer yang memisahkan urusan dunia dan akhirat itu bukan hadits — dan cara berpikir sekuler di baliknya justru menyimpangkan makna hidup beragama.
Media sosial dirancang untuk merayu kita menghabiskan waktu menjauh dari Tuhan — sebuah renungan tentang ekonomi atensi, algoritma, dan was-was zaman baru.
Dari foto lanskap yang dipermak sampai citra pemimpin yang dipoles media — sebuah renungan tentang pencitraan sebagai sihir yang menutupi kebenaran.
Merenungkan perbedaan antara terjemah, tafsir, dan tadabbur Al-Qur’an — dan mengapa kita tak boleh berhenti mencari kebenaran, sekaligus tak merasa paling benar.
Hasrat untuk diakui manusia sering kali mengaburkan tujuan hidup, padahal hanya penilaian Allah yang benar-benar layak menjadi orientasi.
Sebuah dugaan nakal: angka pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stagnan di lima persen mungkin sebagian ditopang oleh perputaran uang gelap—tapi bertahannya bangsa ini sebenarnya berdiri di atas iguh dan kesabaran rakyat kecil.