Saya diajari untuk “bisa merasa”, bukan “merasa bisa”. Tentu maksudnya bukan kemudian menjadi orang yang merasa tidak bisa apa-apa, tapi hendaknya senantiasa mengasah rasa, muhasabah, meneliti dan mengenali diri sendiri sebenarnya bisanya apa, supaya optimal menjalankan peran kehidupan dan bermanfaat sebisa-bisanya.
Dan menulis ini salah satu yang saya merasa bisa, suka, dan oleh karenanya harus dikerjakan supaya saya bisa bahagia dan bermakna. Apa yang sudah saya peroleh, pahami, dan alami selama hidup 50+ dan perjalanan panjang karir 28 tahun rasanya sayang kalau tidak dituliskan.
Semoga bermanfaat bagi siapa saja, terutama saya sendiri, anak-anak saya, dan siapa saja yang kebetulan membacanya.