Kewajiban Utama Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka
Tadabbur QS. At-Tahrim: 6 — yang diwajibkan pertama-tama adalah menjaga diri dan keluarga dari api neraka, maka tak perlu larut risau melihat kelakuan manusia pada umumnya.
Tadabbur QS. At-Tahrim: 6 — yang diwajibkan pertama-tama adalah menjaga diri dan keluarga dari api neraka, maka tak perlu larut risau melihat kelakuan manusia pada umumnya.
Tadabbur QS. Al-Muzzammil: 10 — cara terbaik menghadapi hinaan dan cacian adalah meninggalkannya dengan cara yang baik, tanpa perlu membalas sedikit pun.
Tadabbur QS. Al-Qiyamah: 16 — kita salah fokus mengejar kuantitas bacaan; lebih baik tadabbur satu ayat sehari daripada balapan mengkhatamkan tanpa memahaminya.
Tadabbur QS. Al-Muddassir: 6 — jangan memberi dengan mengharap balasan berlipat; memberi semata-mata mengharap ridha Allah, entah dibalas kontan atau ditahan sampai akhirat.
Tadabbur ayat demi ayat Surat Al-Fatihah: dari memuji Allah semata, mewaspadai syirik yang tersembunyi, hingga memohon petunjuk jalan yang lurus.
Pengalaman merasa sendiri dalam keramaian, atau terkucil dari orang banyak atau kelompok adalah sesuatu yang sangat tidak menyenangkan. Anehnya, kebanyakan orang berlomba-lomba mempertaruhkan segenap jiwa raga untuk bisa menjadi eksklusif, berbeda, dan bukan bagian dari orang kebanyakan. Entah itu melalui kekuasan, kekayaan, keunggulan fisik, kepandaian, dan bahkan demonstrasi kebaikan. Allah SWT juga berfirman: Bermegah-megahan telah melalaikan kamu sampai kamu masuk ke dalam kubur. (QS. At-Takatsur: 1-2) Aku berbangga-bangga harta, anak, dan kuda tunggangan. ...
Tadabbur ayat demi ayat Surat Al-‘Ashr: demi waktu, semua manusia merugi kecuali yang beriman, beramal saleh, dan saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.
Rasulullah bersabda, “Aku wariskan kepadamu dua hal yang jika engkau berpegang teguh kepadanya, maka engkau tidak akan tersesat. Yaitu Al Qur’an dan Al Hikmah”. Maka mari paling tidak sekali dalam hidup, kita menamatkan membaca dua kitab yaitu Al Qur’an (dan memahami artinya), serta Sirah Nabi Muhammad dan mengambil hikmah dari perjalanan hidup Rasulullah.
Memadukan kisah Adam yang diajari nama-nama dengan revolusi kognitif manusia — bagaimana bahasa menjadikan manusia khalifah, tapi juga perusak di bumi.
Aku tahu sekarang mengapa sangat terasa berat membaca Al Qur’an. Rasanya seperti menjadi tertuduh yang ditelanjangi habis kesalahannya. Ketika Al Qur’an berbicara tentang orang munafik yang tidak pernah sungguh-sungguh membantu perjuangan Nabi, aku merasa berdiri di depan cermin dan melihat bayanganku di sana. Aku hanya berdiri di tepian saja, melihat teman-teman berjuang sepenuh hati menolong agama Allah. Aku hanya membantu sesempatnya saja, dan kalau menginfaqkan harta, hanya sebagian KECIL darinya. ...