Ayat 1
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Mengawali segala sesuatu dengan mengingat Allah dalam wajah dan sifat-Nya yang paling utama, pengasih dan penyayang kepada makhluk ciptaan-Nya.
Ayat 2
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Saham penciptaan alam semesta seluruhnya milik Allah. Maka segala puji hanyalah hak Allah semata. Kembalikanlah segera apapun pujian yang kita terima kepada yang Berhak. Jangan pernah sedikitpun menyimpannya dalam hati dan merasa ikut memilikinya.
Ayat 3
الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Yang mengasihi semua makhluk-Nya di dunia ini, terlepas dari taat tidaknya mereka. Yang menyayangi secara khusus dan mendalam hamba-hamba-Nya yang taat dan patuh kepada-Nya.
Ayat 4
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
Yang menguasai di Hari Pembalasan.
Dia Sang Raja dan Penguasa di hari pengadilan ketika semua tabir telah disingkapkan dan keadilan mutlak ditegakkan.
Takut dan berbekallah akan Hari tatkala Allah dengan ke-Maha Adil-annya tidak membiarkan sebiji atom pun perbuatan terlewati dari hisab dan balasannya.
Ayat 5
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.
Berkali kali dalam shalat, sesi komunikasi yang sangat pribadi dengan Allah, kita ikrarkan kesetiaan total kepada-Nya. Kita menyatakan bahwa HANYA kepada-Nya lah kita menyembah.
Tetapi benarkah demikian? Jangan-jangan berkali kali itu pula kita ingkari..
Syirik adalah sikap hati, ketika kita mencintai sesuatu sebagaimana cinta kita kepada Allah. Melihat prioritas hidup kita sehari-hari, jangan-jangan kita termasuk orang yang menyembah banyak berhala, selain Allah. Berhala bersifat kualitatif. Bukan hanya arca. Tapi bisa berupa apa saja. Ibadah, kerja, atau materi yang kita tumpuk tumpuk selama hidup.
Jangan-jangan kita termasuk penganut agama api, menyembah dan mencintai api hawa nafsu kita, berduyun-duyun dan khusyu’ beribadah di kuil-kuil kantor modern, dipimpin oleh pendeta-pendeta kapitalisme global.
Ayat 6
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
Tunjukilah kami jalan yang lurus,
Diwajibkan kita memohon minimal 17 kali sehari untuk diberikan petunjuk ke jalan kebenaran yang konsisten. Bagaimana mungkin kemudian kita bisa merasa paling benar?
Ayat 7
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
Kita disuruh selalu meminta petunjuk, karena kita sangat berpotensi sesat. Kita berada di titik pusat salib. Kita mohon ditunjuki jalan menanjak vertikal ke atas menuju Ilahi, jalan orang-orang yang sudah diberikan nikmat. Bukan jalan orang yang menurun ke bawah menuju kebinasaan dan dimurkai. Dan juga bukan jalan orang-orang yang mengembara tanpa arah tujuan dalam garis horizontal kehidupan, jalan orang-orang yang tersesat.