Alam Semesta Tak Terhingga

Kenapa alam semesta diciptakan sedemikian rupa tak terhingga, supaya manusia dipaksa mengakui keterbatasannya. Bayangkan seandainya alam semesta bisa dipahami batasnya, maka dengan sombongnya manusia akan merasa sudah melingkupi dengan akalnya. Dan dia tidak akan mengakui adanya Sang Pencipta. Bahkan ketika sudah jelas bahwa akalnya tidak akan mampu memahami sepenuhnya keteraturan alam semesta, manusia masih dengan sombongnya mengatakan bahwa alam semesta ada dengan sendirinya. Atau mengakui adanya Pencipta, tapi dengan sambil lalu saja.

4 Agustus 2026 · 1 menit
Deskripsi gambar sesungguhnya

Berserah Sekarang Juga

Dari sisi sahabat yang menghadapi kanker stadium akhir, sebuah renungan tentang berserah kepada Allah — dan mengapa kita tak perlu menunggu dipaksa untuk melakukannya.

4 Agustus 2026 · 3 menit

Menyalahkan Allah

Seorang selebriti ditanya wartawan mengenai kabar perceraiannya. “Ya ini sudah takdir dari Yang Di Atas. Kita jalani saja.” Selebriti lain diwawancarai tentang kiatnya dalam membangun keluarga poligaminya yang terlihat harmonis dan bahagia. “Kuncinya komunikasi. Saya sebagai kepala keluarga berhasil membangun keterbukaan di antara istri-istri saya.” Manusia cenderung untuk menyalahkan Allah atas kejadian buruk yang menimpanya. “Dan mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan…” dan menisbahkan pada diri sendiri kejadian baik atau prestasi yang diraihnya. “…Maha Suci Allah, sedang untuk mereka sendiri (mereka tetapkan) apa yang mereka sukai (yaitu anak-anak laki-laki)” (QS. An-Nahl: 57)

4 Agustus 2026 · 1 menit