Kenapa alam semesta diciptakan sedemikian rupa tak terhingga, supaya manusia dipaksa mengakui keterbatasannya. Bayangkan seandainya alam semesta bisa dipahami batasnya, maka dengan sombongnya manusia akan merasa sudah melingkupi dengan akalnya. Dan dia tidak akan mengakui adanya Sang Pencipta. Bahkan ketika sudah jelas bahwa akalnya tidak akan mampu memahami sepenuhnya keteraturan alam semesta, manusia masih dengan sombongnya mengatakan bahwa alam semesta ada dengan sendirinya. Atau mengakui adanya Pencipta, tapi dengan sambil lalu saja.