Janji Tauhid Manusia
Renungan atas QS. Al-A’raf ayat 172 tentang persaksian di alam ruh dan kecenderungan bawaan manusia untuk mengakui adanya Tuhan.
Renungan atas QS. Al-A’raf ayat 172 tentang persaksian di alam ruh dan kecenderungan bawaan manusia untuk mengakui adanya Tuhan.
Yang tidak akan disentuh Dajjal adalah hati yang tertanam kuat di dalamnya tauhid, seperti kota Mekah pada jaman Nabi. Yang menjadi dasar bagi pikiran untuk menyelenggarakan peran kekhalifahan seperti diimplementasikan di kota Madinah.
Jangan terlalu pedulikan pandangan orang lain terhadapmu, karena sesungguhnya mereka pun tidak pernah benar-benar mempedulikanmu. Setiap orang hanya peduli dengan dirinya sendiri, seperti halnya dirimu. Hanya Allah dan Rasul-Nya yang benar-benar peduli dengan nasibmu, maka hanya penilaian Beliau lah yang layak kamu perhatikan.
Ilmuwan modern percaya adanya hal-hal ghaib (black hole, dark matter, dark energy) karena ada jejak-jejak yang ditinggalkan oleh hal-hal ghaib tersebut. Tetapi ilmuwan modern tidak percaya adanya Tuhan, padahal jejak-Nya ada di seluruh alam semesta, bahkan semesta itu sendiri.
Kaum Quraisy Makkah mengklaim mengakui Allah sebagai pencipta alam (tauhid rububiyah), akan tetapi jahiliyah kelakuannya dan menyembah berhala. Kita kaum modern juga mengaku ber-ketuhanan yang maha esa, tetapi kelakuan kita menyelingkuhi perintah Tuhan dan menyembah berhala-berhala modern.
Dalam hidup ini berapa persen yang kita ikut terlibat mengurusinya? Metabolisme tubuh kita saja bukan kita yang secara sadar mengurusinya. Otak mengkoordinasi bekerjanya organ-organ tanpa sedikitpun kita sadar bagaimana terjadinya. Tanaman yang kita makan, kita hanya menanam, selebihnya Allah dan aparat-Nya yang menumbuhkannya. Apalagi bagaimana planet, tata surya, galaksi, dan seluruh alam semesta tertata dengan sedemikian rapi dan presisinya. Tidakkah kamu memikirkannya? Kenapa kamu tidak segera menyerahkan diri saja kepada-Nya?
Dunia hanyalah ilusi, hampir seluruhnya ruang kosong yang tampak menjadi wujud — dan toh setelah tahu itu, aku masih setengah mati memperebutkannya.
Penyebab utama kufur nikmat adalah kita diam-diam berasumsi bahwa kita berhak atas kehidupan dan segala pernak-perniknya di dunia ini. Padahal jelas-jelas, milik Allah segala yang ada di langit dan di bumi. Jadi kita harus bersyukur atas sekecil apapun nikmat yang diberikan oleh Allah, karena pada dasarnya we deserve nothing.
Nisbi itu relatif, tergantung dinisbahkan kepada siapa atau apa. Semua pendapat manusia, bahkan itu ulama, itu nisbi. Yang Qath’i atau mutlak hanyalah pendapat Allah. Yang kita semua tidak akan pernah tahu persis seperti apa.
Berhala-berhala yang disembah kaum kafir Quraisy Makkah dulunya adalah orang-orang shalih. Penghormatan kepada mereka tadinya dimaksudkan untuk ikut mendapatkan barokahnya dan kedekatan kepada Allah SWT. Lambat laun seiring berjalan waktu tujuan utama penghormatan itu terlupakan, dan mereka dijadikan tuhan-tuhan sesembahan. Ritual atau tata cara ibadah dahulu diajarkan utamanya sebagai tertib administrasi dan metode dalam upaya mendekatkan diri pada Allah SWT. Lambat laun ritual itu sendiri yang kemudian ‘disembah’ dan menjadi berhala di jaman modern.