Menyalahkan Allah

Seorang selebriti ditanya wartawan mengenai kabar perceraiannya. “Ya ini sudah takdir dari Yang Di Atas. Kita jalani saja.” Selebriti lain diwawancarai tentang kiatnya dalam membangun keluarga poligaminya yang terlihat harmonis dan bahagia. “Kuncinya komunikasi. Saya sebagai kepala keluarga berhasil membangun keterbukaan di antara istri-istri saya.” Manusia cenderung untuk menyalahkan Allah atas kejadian buruk yang menimpanya. “Dan mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan…” dan menisbahkan pada diri sendiri kejadian baik atau prestasi yang diraihnya. “…Maha Suci Allah, sedang untuk mereka sendiri (mereka tetapkan) apa yang mereka sukai (yaitu anak-anak laki-laki)” (QS. An-Nahl: 57)

4 Agustus 2026 · 1 menit

Pujian dan Hinaan

Hinaan dan pujian sama saja tidak ada artinya bagiku, karena yang dihina dan dipuji itu bukan ‘aku’ yang sesungguhnya. Badan, harta, pekerjaan, dan karir bukanlah aku. Apalagi citra sosial yang mati-matian diperjuangkan dan dipertahankan. Itu semua hanyalah ilusi yang diciptakan pikiran dengan mengasosiasikan diri dengan sesuatu yang di luar diri dan bukan kepunyaan kita. Aku yang sesungguhnya adalah yang dulu di alam ‘Azali menyatakan kesaksian akan Allah sebagai Tuhan Yang Maha Esa. Namun manusia melupakannya di dunia. Perjalanan di dunia sesungguhnya adalah proses mengingat kembali perjanjian ini. ...

4 Agustus 2026 · 1 menit

Sabar dan Syukur

Kejadian apapun saja, kalau bisa menghantarkan kita untuk lebih dekat kepada Tuhan, adalah suatu kebaikan. Jadi sesungguhnya apapun saja di dunia ini adalah kebaikan (karena bagaimana mungkin Allah yang Maha Suci menciptakan keburukan?), tergantung bagaimana kita menyikapinya. Dan Rasulullah sudah memberikan petunjuk bagaimana menyikapinya. Bahwa hidup itu sejatinya hanya dua, sabar dan syukur. Pada umumnya orang akan memakai sabar untuk menyikapi kejadian yang tidak mengenakkan, dan berlaku syukur ketika mendapatkan apa yang disukai. Walaupun ada juga orang-orang khusus yang bersabar ketika dikaruniai kesenangan (dengan tidak melampiaskan), dan justru bersyukur ketika ditimpa kesusahan, sebagai bagian dari persembahan puasanya kepada Sang Kekasih. ...

4 Agustus 2026 · 1 menit

Sibuk Memikirkan Orang Lain

Sungguh mulia hatiku. Aku selalu ingin tahu kabar teman dan saudaraku, dengan mengintip kehidupan mereka di Facebook dan Instagram. Ketika melihat kehidupan bahagia mereka di Instagram, aku termotivasi - walaupun diam-diam sedikit iri hati- dan ingin sekali seperti mereka. Aku ikut prihatin, tetapi sekaligus merasa sedikit lebih baik, ketika melihat penderitaan mereka. Kuhabiskan energi dan waktu memikirkan mereka. Dan tiba-tiba aku sadar aku sudah tua dan begini-begini saja.

4 Agustus 2026 · 1 menit