Sombong dan Iri Hati

Sombong dan iri hati itu berpasangan. Orang sombong mengira bahwa dia lebih istimewa dibandingkan orang lain, dan oleh karena itu kemudian merasa iri hati ketika melihat orang lain melebihi atau bahkan sekadar menyamai dirinya. Ini penyakit hati paling purba yang menyebabkan Iblis diusir dari surga. Siapa saja yang masih ada titik kesombongan dalam hatinya, maka di titik itu pulalah rasa iri akan muncul. Aku bisa mengatakannya karena aku sendiri salah satu penderitanya.

8 Agustus 2026 · 1 menit

Urusan dengan Manusia

Urusanku dengan manusia hanyalah dalam rangka menyelenggarakan tugas kekhalifahan. Keluh kesah, curahan hati, dan permintaan tolong, hanya aku sampaikan pada Tuhanku Allah semata.

8 Agustus 2026 · 1 menit

Mekah Hati, Madinah Pikiran

Yang tidak akan disentuh Dajjal adalah hati yang tertanam kuat di dalamnya tauhid, seperti kota Mekah pada jaman Nabi. Yang menjadi dasar bagi pikiran untuk menyelenggarakan peran kekhalifahan seperti diimplementasikan di kota Madinah.

8 Agustus 2026 · 1 menit

Acuhkan Pandangan Manusia

Jangan terlalu pedulikan pandangan orang lain terhadapmu, karena sesungguhnya mereka pun tidak pernah benar-benar mempedulikanmu. Setiap orang hanya peduli dengan dirinya sendiri, seperti halnya dirimu. Hanya Allah dan Rasul-Nya yang benar-benar peduli dengan nasibmu, maka hanya penilaian Beliau lah yang layak kamu perhatikan.

8 Agustus 2026 · 1 menit

Tentang Bekerja

Barangsiapa yang ingin melihat wajah Tuhannya, hendaknya dia beramal sholeh atau bekerja keras. Bekerja itu bukan untuk mengejar karier. Tapi karena memang disuruh bekerja. Gaji dari kantor rejeki dari Tuhan. Rejeki sudah dipersiapkan oleh Tuhan untuk semua makhluk-Nya. Bahkan untuk cacing sekalipun. Yang perlu dilakukan hanyalah ‘bergerak’ menjemputnya. Success comes to those who have chosen not to make success their primary goal. Do well by doing good.

8 Agustus 2026 · 1 menit

Persepsi Orang

Semua orang takut akan persepsi orang lain terhadap dirinya. Padahal orang hanya memikirkan orang lain sekilas saja. Semua orang sebenarnya hanya memenuhi hatinya dengan dirinya sendiri saja.

8 Agustus 2026 · 1 menit

Dua Kebodohan

Kita seringkali memelihara rasa khawatir karena diam-diam dengan bodohnya kita menyangka bahwa rasa khawatir itu mencegah terjadinya sesuatu yang kita khawatirkan itu. Dan kita dengan bodohnya terus berangan-angan akan sesuatu yang kita inginkan karena menyangka khayalan itu akan membantu mewujudkan impian kita.

8 Agustus 2026 · 1 menit

Beda dengan Orang Gila

Seseorang disebut gila jika dia kehilangan keterhubungan dengan realitas. Pikirannya tidak lagi bisa membedakan khayalan dan kenyataan, sibuk dengan dialog-dialog yang hanya ada di kepala. Bedanya kita dengan orang yang kita anggap gila, berbicara sendiri di pinggir jalan, hanyalah bahwa kita orang normal tidak mengeluarkan apa yang bersliweran di pikiran kita dengan kata-kata.

8 Agustus 2026 · 1 menit

Ibadah Orang Lain

Kita tidak tahu pasti ibadah mahdloh seperti apa yang diterima oleh Allah. Jadi kenapa mesti ribut mengurusi -walaupun dalam hati- bagaimana orang lain melakukan ritual ibadah mahdloh. Bahkan dengan orang-orang kafir yang tidak beribadah sama sekali, kita justru tidak perduli.

8 Agustus 2026 · 1 menit

Urip Tenanan

Yang dipertimbangkan Allah sebagai titik fokus hisab amalan manusia adalah bukan banyaknya amalan, namun seberapa serius amalan itu dikerjakan. Sederhana saja, jika banyaknya amalan yang jadi ukuran, tentu Allah dianggap tidak adil oleh kaum miskin. Bagaimana kaum miskin akan banyak beramal (apalagi berzakat dan berhaji) kalau untuk sekadar makan sehari-hari saja susah? Bagaimana akan puasa lebih khusyuk kalau jam 2 sampai jam 3 siang di terik sinar matahari ternyata mendapat “godaan” berupa tawaran tarikan mbecak? ...

8 Agustus 2026 · 1 menit