Urip Tenanan

Yang dipertimbangkan Allah sebagai titik fokus hisab amalan manusia adalah bukan banyaknya amalan, namun seberapa serius amalan itu dikerjakan. Sederhana saja, jika banyaknya amalan yang jadi ukuran, tentu Allah dianggap tidak adil oleh kaum miskin. Bagaimana kaum miskin akan banyak beramal (apalagi berzakat dan berhaji) kalau untuk sekadar makan sehari-hari saja susah? Bagaimana akan puasa lebih khusyuk kalau jam 2 sampai jam 3 siang di terik sinar matahari ternyata mendapat “godaan” berupa tawaran tarikan mbecak? ...

8 Agustus 2026 · 1 menit
Deskripsi gambar sesungguhnya

Qarunmania

Diam-diam kita ingin kaya raya sekaligus masuk surga, dan bersedekah dengan harapan balasan berlipat — padahal Tuhan justru melarang memberi karena mengharap lebih.

8 Agustus 2026 · 1 menit