Pujian dan Hinaan

Hinaan dan pujian sama saja tidak ada artinya bagiku, karena yang dihina dan dipuji itu bukan ‘aku’ yang sesungguhnya. Badan, harta, pekerjaan, dan karir bukanlah aku. Apalagi citra sosial yang mati-matian diperjuangkan dan dipertahankan. Itu semua hanyalah ilusi yang diciptakan pikiran dengan mengasosiasikan diri dengan sesuatu yang di luar diri dan bukan kepunyaan kita. Aku yang sesungguhnya adalah yang dulu di alam ‘Azali menyatakan kesaksian akan Allah sebagai Tuhan Yang Maha Esa. Namun manusia melupakannya di dunia. Perjalanan di dunia sesungguhnya adalah proses mengingat kembali perjanjian ini. ...

4 Agustus 2026 · 1 menit