Aristoteles Frustasi

Dari dulu Aristoteles sudah skeptis dengan ide demokrasi. Argumennya sederhana, bagaimana mungkin orang yang berbeda-beda tingkat keilmuannya disamakan sesuai dengan prinsip “one man, one vote” dalam sistem demokrasi? Bukannya merendahkan, tapi tentu ada bedanya suara dari seorang profesor dengan buruh kasar tamatan SD. Kalau semua orang punya hak pilih yang sama, maka hasilnya sangat mungkin adalah keburukan-keburukan dari “mengikuti kebanyakan manusia”. Makanya kemudian Amerika punya Trump. Ada kutipan yang beredar luas dan sering ditempelkan ke Trump — “If I were to run, I’d run as a Republican. They’re the dumbest group of voters in the country…” — meski belakangan terbukti kutipan itu fabrikasi belaka (People magazine, yang katanya sumber kutipan itu, menyatakan tidak pernah menerbitkannya). Tapi justru di situ ironinya: kutipan palsu pun dipercaya dan disebarkan berulang-ulang, persis menggambarkan gejala yang dikhawatirkan Aristoteles. ...

7 Agustus 2026 · 2 menit
Deskripsi gambar sesungguhnya

Legislasi s-U-ka s-U-ka

Sebuah satir getir tentang wakil rakyat yang begitu ‘mulia’ hingga bersedia mengesahkan Undang-undang yang draft-nya bahkan belum selesai.

4 Agustus 2026 · 3 menit
Deskripsi gambar sesungguhnya

Politisi Amerika Berguru pada Indonesia

Sebuah satir: dari struktur tata negara sampai cara menyikapi kekalahan pemilu, politisi Amerika kini seolah berguru pada ‘keunggulan’ politik Indonesia.

4 Agustus 2026 · 4 menit