Allah SWT berfirman dalam QS. At-Talaq [65] ayat 3:
وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗ اِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
“dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.”
Catatan
Janji Allah yang akan memberikan rezeki dari arah tak terduga, dan mencukupkan semua keperluan kita, jika kita mau bertawakal dan menyerahkan sepenuhnya kepada Allah ketentuan dari semua urusan kita.
Masalahnya adalah kita tidak benar-benar yakin dengan janji ini, dan jaminan Allah yang lainnya. Sehingga kita ikut sibuk mengurusi kesudahan urusan kita dengan harapan dan angan-angan. Dan frustrasi ketika itu semua tidak terwujud.