Tuhan menjadikan pasangan atau jodoh bagi manusia agar ketika keduanya bersatu akan merasa tenang (sakinah). Dan sebagai bekalnya Allah menganugerahkan rasa ketertarikan (mawaddah) dan cinta (rahmah). Allah menggunakan kata litaskuna ilaiha (kepadanya), dan bukan litaskuna fiiha (di dalamnya), bisa jadi menunjukkan bahwa kondisi sakinah itu adalah sesuatu yang dituju dan perlu diperjuangkan, bukan sesuatu yang sudah pasti (given).

Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang… (QS. Ar-Rum: 21)

Maka jangan heran kalau pernikahan adalah awal dari perjuangan tiada henti untuk menggapai kebahagiaan. Itu sebabnya kisah cinta yang sangat indah dari sepasang kekasih biasanya disudahi saat mereka menuju pelaminan. Paling diakhiri dengan kata-kata indah - yang saya yakin pengarangnya juga tidak yakin-yakin amat. And they live happily ever after..

Jadi jangan bersedih kalau rumah tanggamu masih kurang harmonis. Karena ternyata memang begitu adanya orang berumah tangga. Kita harus punya kesadaran bahwa sakinah itu sesuatu yang setiap saat perlu diperjuangkan dengan berbekal mawaddah dan rahmah tadi. InsyaAllah akan indah pada ujungnya…