Diseret Takdir

Suka tidak suka engkau akan diseret oleh Qadha dan Qadar-Nya. Engkau berkehendak dan Allah pun mempunyai kehendak, tetapi kehendak Allah-lah yang akan berlaku. Jadi mengapa engkau tidak memilih untuk menyerahkan diri saja dan menikmatinya?

8 Agustus 2026 · 1 menit

Dum-duman

Sudah jelas, rejeki itu bagi-bagi atau ‘dum-duman’ dalam bahasa Jawa. Dari pemilik saham 100% alam semesta. Bagian dari nasib, kehendak Allah, semua-maunya Allah, yang bagaimanapun manusia berusaha mewujudkan kehendaknya, maka kehendak Allah-lah yang akan berlaku. Semua kalah oleh nasib. Kesuksesan dunia diperoleh orang dengan jalan dan kondisi yang berbeda-beda. Steve Jobs tidak memiliki pendidikan formal di bidang teknologi, dan juga tidak memiliki keterampilan teknis IT. Tetapi dia dianggap inovator paling unggul di bidang IT. Atau kita ambil contoh dari kehidupan sehari-hari. Ada orang yang waktu sekolah cukup pintar dan bercita-cita tinggi tetapi berakhir menjadi tukang becak. Sementara temannya yang bodoh di sekolah malah menjadi bupati. Sehingga setiap kali tukang becak ini lewat di depan pendopo kabupaten, setiap kali genjotannya diiringi dengan gerundelan tentang nasibnya yang kurang beruntung. ...

7 Agustus 2026 · 1 menit

Lauhul Mahfuzh

وَمَا مِنْ غَائِبَةٍ فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ Tiada sesuatupun yang ghaib di langit dan di bumi, melainkan (terdapat) dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfuzh). (QS. An-Naml: 75) Jangan ragu-ragu lagi, betapapun sangat sulit kita membayangkannya. David Bohm, fisikawan quantum theory terkemuka, telah menunjukkan secara matematis bahwa alam semesta dan apapun yang ada di dalamnya, termanifestasikan ke dalam wujud fisik sesuai dengan aturan atau template yang berada di pre-space. Ini mungkin yang disebut Lauhul Mahfuzh, kitab yang nyata.

4 Agustus 2026 · 1 menit

Menyalahkan Allah

Seorang selebriti ditanya wartawan mengenai kabar perceraiannya. “Ya ini sudah takdir dari Yang Di Atas. Kita jalani saja.” Selebriti lain diwawancarai tentang kiatnya dalam membangun keluarga poligaminya yang terlihat harmonis dan bahagia. “Kuncinya komunikasi. Saya sebagai kepala keluarga berhasil membangun keterbukaan di antara istri-istri saya.” Manusia cenderung untuk menyalahkan Allah atas kejadian buruk yang menimpanya. “Dan mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan…” dan menisbahkan pada diri sendiri kejadian baik atau prestasi yang diraihnya. “…Maha Suci Allah, sedang untuk mereka sendiri (mereka tetapkan) apa yang mereka sukai (yaitu anak-anak laki-laki)” (QS. An-Nahl: 57)

4 Agustus 2026 · 1 menit