Ayat 1
أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ
Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?
Sempit dan lapangnya hati karena datang dan perginya masalah dalam kehidupan sehari-hari adalah kewajaran hidup di dunia yang fana ini.
Dan sejatinya Allah-lah yang melapangkan hati dengan perkenan-Nya, karena sesungguhnya ada batas antara manusia dengan hatinya.
Ayat 2
وَوَضَعْنَا عَنكَ وِزْرَكَ
dan Kami telah menghilangkan darimu bebanmu,
Bukan kita yang hebat, tetapi Allah-lah yang memudahkan urusan kita.
Ayat 3
الَّذِي أَنقَضَ ظَهْرَكَ
yang memberatkan punggungmu?
Urusan-urusan yang memberatkan sehingga kita hampir berputus asa.
Ayat 4
وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ
Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu,
Sempitnya dada yang terhimpit beban masalah, jika kita bersabar menjalaninya akan diganti dengan naiknya derajat kemuliaan. Itulah naik turunnya kehidupan di dunia. Allah tidak menjanjikan kita bebas dari masalah, tapi Allah menjanjikan jalan keluar dari pintu yang tidak terduga-duga bagi siapa saja yang bertakwa kepada-Nya.
Ayat 5
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
Karena sesungguhnya bersama kesulitan sudah disediakan kemudahan.
Ayat 6
إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
Karena sesungguhnya sudah tersedia solusi untuk semua masalah yang menghadang kita.
Ayat 7
فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ
Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,
Yang perlu kita lakukan hanyalah terus-menerus secara konsisten mengerjakan kebaikan yang kita bisa dengan sungguh-sungguh dan totalitas. Doing one thing at a time in totality.
Ayat 8
وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَب
dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.
Kamu berkehendak, dan Allah pun berkehendak. Tetapi hanya kehendak Allah-lah yang akan terwujud. Maka jangan gantungkan harapan hatimu pada apa pun, kecuali Allah.
Just do it, leave the rest to Allah. Yakinlah, “Saya hamba Allah dan Dia tidak akan mengecewakanku.”