Kalau mengikuti Nabi, jangan hanya meniru
Cingkrang jubahnya
Panjang jenggotnya
Lebih dari satu istrinya
Rapat kaki dalam shalatnya
Bercelak matanya
Itu semua bagus.
Tapi hendaknya tirulah juga
Kesabaran dalam penderitaannya.
Apalagi yang lebih perih daripada mengetahui bahwa cucu-cucu kesayangannya akan mati diracun dan dipenggal?
Kesederhanaan hidupnya.
Siapa pemimpin besar umat manusia yang tidur hanya beralaskan tikar dan sampai membekas di punggungnya?
Keteguhan dalam memegang amanahnya. Siapa orang yang lebih bisa dipercaya dibandingkan orang yang bahkan musuhnya mempercayakan barang milik untuk dititipkan kepadanya?
Kasih sayangnya pada orang kecil yang tertindas.
Sungguh ciri utama para Nabi dan orang saleh adalah berat hatinya melihat penderitaan umatnya.
Seluas samudera lapang hatinya.
Bahkan pada orang-orang yang melempari batu kepadanya, Nabi mendoakan kebaikan untuk anak cucunya.
Hendaknya ittiba’ pada Rasul itu bukan hanya meniru wadag perilakunya, tetapi hikmah di balik tindakan dan perkataan Beliau. Karena itulah yang sesungguhnya warisannya untuk bekal keselamatan kita, yaitu Al Qur’an dan Al Hikmah.