<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
  <channel>
    <title>Nasib on Ali Hasbullah</title>
    <link>https://alihasbullah.com/tags/nasib/</link>
    <description>Recent content in Nasib on Ali Hasbullah</description>
    <generator>Hugo</generator>
    <language>id-ID</language>
    <lastBuildDate>Fri, 07 Aug 2026 17:21:11 +0700</lastBuildDate>
    <atom:link href="https://alihasbullah.com/tags/nasib/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml" />
    <item>
      <title>Dum-duman</title>
      <link>https://alihasbullah.com/serpih/dum-duman/</link>
      <pubDate>Fri, 07 Aug 2026 17:21:11 +0700</pubDate>
      <guid>https://alihasbullah.com/serpih/dum-duman/</guid>
      <description>&lt;p&gt;Sudah jelas, rejeki itu bagi-bagi atau &amp;lsquo;dum-duman&amp;rsquo; dalam bahasa Jawa. Dari pemilik saham 100% alam semesta. Bagian dari nasib, kehendak Allah, semua-maunya Allah, yang bagaimanapun manusia berusaha mewujudkan kehendaknya, maka kehendak Allah-lah yang akan berlaku. Semua kalah oleh nasib.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kesuksesan dunia diperoleh orang dengan jalan dan kondisi yang berbeda-beda. Steve Jobs tidak memiliki pendidikan formal di bidang teknologi, dan juga tidak memiliki keterampilan teknis IT. Tetapi dia dianggap inovator paling unggul di bidang IT. Atau kita ambil contoh dari kehidupan sehari-hari. Ada orang yang waktu sekolah cukup pintar dan bercita-cita tinggi tetapi berakhir menjadi tukang becak. Sementara temannya yang bodoh di sekolah malah menjadi bupati. Sehingga setiap kali tukang becak ini lewat di depan pendopo kabupaten, setiap kali genjotannya diiringi dengan gerundelan tentang nasibnya yang kurang beruntung.&lt;/p&gt;</description>
    </item>
  </channel>
</rss>
